Halaman Muka
Edisi 01 Tahun XXXIV Minggu, 01 JANUARI 2012
Lonceng Katedral - Pengumuman
Tuesday, 03 January 2012
 

Selamat Tahun Baru 2012

"Memperbaharui Hidup"

by. P. Susilo Sastro Suwignya / Lingk.11

 

                        Sesungguhnya peringatan Tahun Baru tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Natal; kelahiran Yesus Kristus. Namun demikian peringatan Tahun Baru terasa lebih bersifat global. Banyak orang merasa setiap pergantian tahun membawa banyak kenangan pada kehidupan masa lalu dan memberikan harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang.

                        Peristiwa malam Tahun Baru mengingatkan saya pada tahun 1983, tatkala saya tinggal di Kelurahan Adipura - Jayapura. Warga masyarakat Adipura merupakan penduduk campuran dari beberapa etnis di Nusantara yang memiliki beragam budaya dan agama.

                        Ketika tepat pukul 24.00 WIT, malam pergantian Tahun Baru, rumah - rumah terbuka dalam cahaya terang. Anak - anak meniup terompet dan sebagaian orang membunyikan tetabuhan dan tiang listrik, sehingga menimbulkan bunyi suara yang riuh. Semua warga tua dan muda berkelompok mengunjungi rumah - rumah untuk bersalaman dan saling mengucapkan  "Selamat Tahun Baru " sebagai cara mempererat silaturahmi di malam Tahun Baru.

                        Pada peristiwa  malam pergantian tahun itu, masyarakat Adipura telah menjadikan media untuk membangun kebersamaan, solidaritas dan persaudaraan. Mereka memiliki kesadaran bahwa peristiwa menyambut Tahun Baru merupakan momentum untuk memperbaharui hidup, tidak saja secara individu, juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Setiap manusia adalah mahluk sosial yang secara alami membutuhkan pembaharuan dalam hidupnya.


Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut
Edisi 52 Tahun XXXIII Minggu,25 DESEMBER 2011
Lonceng Katedral - Pengumuman
Tuesday, 03 January 2012
 

" Sudah berapa kali merayakan Natal ?"

                                                                                             By T. Susanto Adhi

                                 Sampai dengan saat ini, sudah berapa kali kita merayakan Natal ? masalahnya adalah bukan perkara jumlahnya, berapa kali kita telah mengikuti misa Natal, sebab bisa saja kita yang dipermandikan sejak lahir, pasti merayakan  Natalnya sebanyak jumlah umur kita sampai saat ini. Tetapi masalahnya adalah sudah berapa lebat buah - buah Natal yang kita hasilkan.

                        Merayakan Natal adalah perkara sikap hati pribadi yang bebas dan rindu mendambakan keselamatan, sikap hati pribadi yang menyadari kelemahannya, sikap hati pribadi yang ingin selalu mengarahkan kepada Dia yang berkenan hadir ke dunia ini, yang solider ikut ambil bagian dalam perjuangan hidup manusia yang berdosa.

                        Jika setiap tahun kita telah merayakan dan mengikuti misa Natal, itu mungkin saja hanyalah sebuah peristiwa biasa yang rutin berjalan seperti air mengalir yang mungkin bermuara pada kebiasaan dan kehampaan tanpa makna! Seharusnya Natal adalah merupakan peristiwa yang sangat luar biasa yang sakral dan bernilai Ilahi, karena ternyata mampu menyemangati manusia menjadi pribadi yang semakin rendah hati di hadapan Allah dan di hadapan rekan - rekan sepeziarah di dunia dan menuju kepada keselamatan abadi.


Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut
Edisi 51 Tahun XXXIII Minggu, 18 Desember 2011
Lonceng Katedral - Pengumuman
Sunday, 18 December 2011
 

"Mengais Makna Natal"

                                                                                                                 By Yosephine Seniwaty Kalianda

                                Joy to the world, The Savior's Born..........cuplikan sebuah lagu Natal yang sangat terkenal, joy to the world......kesukaan bagi dunia.

                        Ketika Natal tiba, banyak orang yang bergembira menyambutnya. Berbagai cara dan acara dilakukan orang untuk merayakan Natal. Ada banyak pesta meriah yang dirayakan di resto, kafe, pub, hotel, supermarket, sekolah-sekolah nasrani dan tentunya di gereja - gereja juga, yang semuanya dimaksudkan sebagai bentuk ekspresi suka cita kegembiraan menyambut kelahiran Tuhan Yesus. Anak - anakpun tidak ketinggalan mengambil bagian dalam perayaan Natal. Ada pesta tukar kado, ada juga celebration event dengan memunculkan Sinterklas yang tujuannya mendidik anak, agar memiliki semangat tokoh tersebut, yakni:

"yang berpunya berbagi kepada sesamanya".

                        Dari tahun ke tahun, Natal tidak lepas dari hiruk pikuk kemeriahan pesta gembira, karena memang kita layak bergembira, sebab Tuhan mau datang pada kita untuk membawa rahmat penebusan yang menyelamatkan!

                        Ada sebuah fenomena menarik diseputar Natal; tidak berlebihan kiranya jika kita meluangkan waktu barang sejenak, untuk sedikit merenung, menatap ke dalam jiwa, menyapa sanubari, untuk sungguh larut dalam kelahiran Tuhan Yesus.


Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut
Edisi 50 Tahun XXXIII Minggu, 11 Desember 2011
Lonceng Katedral - Pengumuman
Sunday, 18 December 2011
 

Lanjutan 

"Mari Memasuki Masa Adven"

(by Tommy Octora, Pr –  Mas Nunu - dari berbagai sumber)

           

Lingkaran Adven: Makna dan Lambangnya

Kekhasan lingkaran adven adalah hiasan-hiasannya yang tampak semarak serta membangkitkan semangat. Lambang yang terkandung di dalamnya adalah :

                        1.> karangan tersebut selalu berbentuk lingkaran. 

Karena lingkaran tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, maka lingkaran melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir. ( Alfa dan Omega )

                        2.> Lingkaran Adven selalu dibuat dari daun-daun evergreen.

Dahan-dahan evergreen, sama seperti namanya “ever green” - senantiasa hijau, senantiasa hidup dan segar selalu.

Evergreen melambangkan Kristus, Yang mati namun hidup kembali untuk selamanya.  Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita.

Kristus datang ke dunia untuk memberikan kehidupan yang tanpa akhir bagi kita.

                        3.> Didalam lingkaran Adven tersebut, tampak tersembul di antara daun-daun evergreen yang hijau adalah buah-buah beri merah. 

Buah-buah itu serupa tetesan-tetesan darah, lambang darah yang dicurahkan oleh Kristus demi umat manusia. Buah-buah itu mengingatkan kita bahwa Kristus datang ke dunia untuk wafat bagi kita dan dengan demikian menebus dosa kita. Oleh karena Darah-Nya yang tercurah itu, kita beroleh hidup yang kekal.


Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut
Edisi 49 Tahun XXXIII Minggu, 4 Desember 2011
Lonceng Katedral - Pengumuman
Sunday, 18 December 2011
 

"Mari Memasuki Masa Adven"

(by Tommy Octora, Pr –  Mas Nunu - dari berbagai sumber)

 

                            Masa Adven datang lagi. Minggu ini minggu ke dua adven dan  kita mulai masuk masa “kedatangan” ini (= adventus/ad venio, Lat.). Anda termasuk orang yang merasa bahwa adven tahun ini hanya mengulang-ulang Adven tahun sebelumnya? Tak ada yang baru. Bosan? Atau sebaliknya, anda termasuk orang yang ikut terlalu banyak kegiatan, sampai lelah sendiri. Sibuk panitia ini dan itu, latihan di sana sini, dan belanja untuk keperluan ini itu, sampai tidak ada waktu untuk merenungkan makna Adven?

                        Bicara tentang masa adven artinya terfokus pada kedatangan Kristus. Katekismus Gereja Katolik menekankan makna ganda “kedatangan” ini: ”Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua” (no. 524). Oleh sebab itu, di satu pihak, umat beriman merefleksikan kembali dan didorong untukmerayakan kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia ini. Kita merenungkan kembali misteri inkarnasi yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia, dan masuk dalam dimensi ruang dan waktu guna membebaskan kita dari dosa. Di lain pihak, kita ingat dalam Syahadat bahwa Kristus akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati dan kita harus siap untuk bertemu dengannya.


Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut

Informasi Kegiatan Paroki

Pelayanan Sekretariat Paroki

Sekretariat Paroki Katedral Purwokerto setiap hari melayani anda pada pukul 08.00-14.00

Hari Kamis, dan  Libur Nasional Sekretariat Paroki LIBUR.

 

Bene Cantat Bis Orat

Buku Inspiratif

Image
 

Kuisioner

Apakah saya aktif dalam kegiatan menggereja .....
 

Kotak Pesan Anda

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini81
mod_vvisit_counterKemarin96
mod_vvisit_counterMinggu ini520
mod_vvisit_counterBulan ini2492
mod_vvisit_counterAll85883
Saat ini ada 2 tamu online

Syndicate

© 2012 www.katedral-purwokerto.net
KKR!Katedral Kristus Raja