|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Tuesday, 03 January 2012 |
|
|
Selamat Tahun Baru 2012 "Memperbaharui Hidup" by. P. Susilo Sastro Suwignya / Lingk.11 Sesungguhnya peringatan Tahun Baru tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Natal; kelahiran Yesus Kristus. Namun demikian peringatan Tahun Baru terasa lebih bersifat global. Banyak orang merasa setiap pergantian tahun membawa banyak kenangan pada kehidupan masa lalu dan memberikan harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Peristiwa malam Tahun Baru mengingatkan saya pada tahun 1983, tatkala saya tinggal di Kelurahan Adipura - Jayapura. Warga masyarakat Adipura merupakan penduduk campuran dari beberapa etnis di Nusantara yang memiliki beragam budaya dan agama. Ketika tepat pukul 24.00 WIT, malam pergantian Tahun Baru, rumah - rumah terbuka dalam cahaya terang. Anak - anak meniup terompet dan sebagaian orang membunyikan tetabuhan dan tiang listrik, sehingga menimbulkan bunyi suara yang riuh. Semua warga tua dan muda berkelompok mengunjungi rumah - rumah untuk bersalaman dan saling mengucapkan "Selamat Tahun Baru " sebagai cara mempererat silaturahmi di malam Tahun Baru. Pada peristiwa malam pergantian tahun itu, masyarakat Adipura telah menjadikan media untuk membangun kebersamaan, solidaritas dan persaudaraan. Mereka memiliki kesadaran bahwa peristiwa menyambut Tahun Baru merupakan momentum untuk memperbaharui hidup, tidak saja secara individu, juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Setiap manusia adalah mahluk sosial yang secara alami membutuhkan pembaharuan dalam hidupnya. |
|
|
|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Tuesday, 03 January 2012 |
|
|
" Sudah berapa kali merayakan Natal ?" By T. Susanto Adhi Sampai dengan saat ini, sudah berapa kali kita merayakan Natal ? masalahnya adalah bukan perkara jumlahnya, berapa kali kita telah mengikuti misa Natal, sebab bisa saja kita yang dipermandikan sejak lahir, pasti merayakan Natalnya sebanyak jumlah umur kita sampai saat ini. Tetapi masalahnya adalah sudah berapa lebat buah - buah Natal yang kita hasilkan. Merayakan Natal adalah perkara sikap hati pribadi yang bebas dan rindu mendambakan keselamatan, sikap hati pribadi yang menyadari kelemahannya, sikap hati pribadi yang ingin selalu mengarahkan kepada Dia yang berkenan hadir ke dunia ini, yang solider ikut ambil bagian dalam perjuangan hidup manusia yang berdosa. Jika setiap tahun kita telah merayakan dan mengikuti misa Natal, itu mungkin saja hanyalah sebuah peristiwa biasa yang rutin berjalan seperti air mengalir yang mungkin bermuara pada kebiasaan dan kehampaan tanpa makna! Seharusnya Natal adalah merupakan peristiwa yang sangat luar biasa yang sakral dan bernilai Ilahi, karena ternyata mampu menyemangati manusia menjadi pribadi yang semakin rendah hati di hadapan Allah dan di hadapan rekan - rekan sepeziarah di dunia dan menuju kepada keselamatan abadi. |
|
|
|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Sunday, 18 December 2011 |
|
|
"Mengais Makna Natal" By Yosephine Seniwaty Kalianda Joy to the world, The Savior's Born..........cuplikan sebuah lagu Natal yang sangat terkenal, joy to the world......kesukaan bagi dunia. Ketika Natal tiba, banyak orang yang bergembira menyambutnya. Berbagai cara dan acara dilakukan orang untuk merayakan Natal. Ada banyak pesta meriah yang dirayakan di resto, kafe, pub, hotel, supermarket, sekolah-sekolah nasrani dan tentunya di gereja - gereja juga, yang semuanya dimaksudkan sebagai bentuk ekspresi suka cita kegembiraan menyambut kelahiran Tuhan Yesus. Anak - anakpun tidak ketinggalan mengambil bagian dalam perayaan Natal. Ada pesta tukar kado, ada juga celebration event dengan memunculkan Sinterklas yang tujuannya mendidik anak, agar memiliki semangat tokoh tersebut, yakni: "yang berpunya berbagi kepada sesamanya". Dari tahun ke tahun, Natal tidak lepas dari hiruk pikuk kemeriahan pesta gembira, karena memang kita layak bergembira, sebab Tuhan mau datang pada kita untuk membawa rahmat penebusan yang menyelamatkan! Ada sebuah fenomena menarik diseputar Natal; tidak berlebihan kiranya jika kita meluangkan waktu barang sejenak, untuk sedikit merenung, menatap ke dalam jiwa, menyapa sanubari, untuk sungguh larut dalam kelahiran Tuhan Yesus. |
|
|
|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Sunday, 18 December 2011 |
|
|
Lanjutan "Mari Memasuki Masa Adven" (by Tommy Octora, Pr – Mas Nunu - dari berbagai sumber) Lingkaran Adven: Makna dan Lambangnya Kekhasan lingkaran adven adalah hiasan-hiasannya yang tampak semarak serta membangkitkan semangat. Lambang yang terkandung di dalamnya adalah : 1.> karangan tersebut selalu berbentuk lingkaran. Karena lingkaran tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, maka lingkaran melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir. ( Alfa dan Omega ) 2.> Lingkaran Adven selalu dibuat dari daun-daun evergreen. Dahan-dahan evergreen, sama seperti namanya “ever green” - senantiasa hijau, senantiasa hidup dan segar selalu. Evergreen melambangkan Kristus, Yang mati namun hidup kembali untuk selamanya. Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita. Kristus datang ke dunia untuk memberikan kehidupan yang tanpa akhir bagi kita. 3.> Didalam lingkaran Adven tersebut, tampak tersembul di antara daun-daun evergreen yang hijau adalah buah-buah beri merah. Buah-buah itu serupa tetesan-tetesan darah, lambang darah yang dicurahkan oleh Kristus demi umat manusia. Buah-buah itu mengingatkan kita bahwa Kristus datang ke dunia untuk wafat bagi kita dan dengan demikian menebus dosa kita. Oleh karena Darah-Nya yang tercurah itu, kita beroleh hidup yang kekal. |
|
|
|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Sunday, 18 December 2011 |
|
|
"Mari Memasuki Masa Adven" (by Tommy Octora, Pr – Mas Nunu - dari berbagai sumber) Masa Adven datang lagi. Minggu ini minggu ke dua adven dan kita mulai masuk masa “kedatangan” ini (= adventus/ad venio, Lat.). Anda termasuk orang yang merasa bahwa adven tahun ini hanya mengulang-ulang Adven tahun sebelumnya? Tak ada yang baru. Bosan? Atau sebaliknya, anda termasuk orang yang ikut terlalu banyak kegiatan, sampai lelah sendiri. Sibuk panitia ini dan itu, latihan di sana sini, dan belanja untuk keperluan ini itu, sampai tidak ada waktu untuk merenungkan makna Adven? Bicara tentang masa adven artinya terfokus pada kedatangan Kristus. Katekismus Gereja Katolik menekankan makna ganda “kedatangan” ini: ”Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua” (no. 524). Oleh sebab itu, di satu pihak, umat beriman merefleksikan kembali dan didorong untukmerayakan kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia ini. Kita merenungkan kembali misteri inkarnasi yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia, dan masuk dalam dimensi ruang dan waktu guna membebaskan kita dari dosa. Di lain pihak, kita ingat dalam Syahadat bahwa Kristus akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati dan kita harus siap untuk bertemu dengannya. |
|
|
|
|