Halaman Muka
Minggu, 01 April 2012
Lonceng Katedral - Pengumuman
Sunday, 01 April 2012
 

"K E P A S R A H A N"

                                                                         by. Rm. Boni Abas

          Seorang bapa, terkulai lemas di tempat tidurnya karena menderita stroke berat. Bapa itu sempat menyampaikan isi hatinya kepada saya. Katanya, “Romo, saat saya berjaya, banyak orang datang kepadaku, minta sumbangan untuk pelbagai keperluan. Mereka menghormati, memuji dan mengeluk-elukan saya. Tetapi ketika usaha saya hancur berantakan, jatuh miskin seperti sekarang ini, apalagi sudah sakit dan tidak berdaya, tak satu pun yang menampakkan batang hidungnya. Habis manis sepah dibuang. Sekarang saya tahu, manusia itu cepat berubah.

          Lalu saya berkata, “Yesus pun mengalami hal yang sama dalam hidup-Nya. Banyak orang yng tak tahu berterima kasih kepada-Nya.”

“Terima kasih Romo. Saya sudah pasrah. Saya mau berjalan dengan tenang dan meninggal dengan damai,” ungkapnya pelan. Dalam kepasrahannya, bapa itu malah sembuh dari penyakitnya.


Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut
Edisi 10 Tahun XXXIV Minggu, 04 MARET 2012
Lonceng Katedral - Pengumuman
Saturday, 10 March 2012
 

"YESUS MENANGIS DI SURGA "

                                                                                                                              by:  G.H. Sumartono

                Apa yang ditangisi Yesus dan mengapa Ia menangis ? Ia menyaksikan bahwa anak-anak-Nya tidak mampu menghormati-Nya dalam Sakramen Maha Kudus.  Banyak kaum remaja kita yang sama sekali tidak menghormati-Nya.  Beberapa minggu terakhir ini, saya ingin mencoba melihat, bagaimana suasana peribadatan kita yang sakral dalam perayaan Ekaristi mingguan.  Setiap hari Sabtu sore, saya mengikuti misa pukul 17.00, dan duduk di bagian belakang. Mulai dari ritus pembuka sampai penutup, ternyata disana-sini, saya menyaksikan anak-anak remaja dan kaum muda kita (maaf tidak semua tentunya), sama sekali tidak mampu untuk menempatkan diri dalam peyaraan Ekaristi.  Di sana ada sekelompok anak muda/remaja  yang ngobrol dan bersenda gurau, seperti di pasar, di sebelah lain ada sekelompok anak muda yang asyik  bermain dengan  hp canggihnya, di sisi lain lagi ada mereka yang bercanda keluar-masuk Gereja. Kajian ini terjadi sepanjang perayaan misa berlangsung.  Mereka sama sekali tidak menghormati perayaan Sakramen Mahakudus.  Bukankah perayaan Ekaristi adalah perayaan persatuan dan kesatuan? ketika kita hadir dalam perayaan Ekaristi, kita adalah satu dan kehadiran kita akan mempengaruhi bagi orang lain.  Pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah : mengapa demikian, salah siapa ini, apakah liturgi Ekaristi kita tidak menarik bagi mereka,  apakah Romonya tidak menarik dalam berkhotbah, apakah petugas liturgi tidak mampu membawa umat dalam suasana doa, ataukah ada kesalahan ketika mereka disiapkan dalam katekumen, persiapan komuni pertama, dan Krisma suci ?  Pertanyaan lain muncul, tanggungjawab siapakah ini?

Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut
Edisi 08 Tahun XXXIV Minggu, 19 FEBRUARI 2012
Lonceng Katedral - Pengumuman
Sunday, 26 February 2012
 

"Permenungan menjelang masa Puasa "

                                                                                                                                by. Red. MLM

                                Sebuah babak baru dalam perjalanan peziarahan hidup rohani kita, akan dimulai pada hari Rabu Abu, karena pada hari Rabu Abu itulah dimulainya masa retret panjang tahunan untuk ikut ambil bagian dalam kebangkitan Yesus. Tanda abu yang kita terima di dahi itu adalah melambangkan niat untuk merendahkan hati di hadapan Tuhan dan menyadari berbagai kekurangan kita di hadapan Tuhan.

                   Masa Prapaskah diawali oleh puasa dan pantang. Maka kita harus belajar mengendalikan hati dan diri kita melalui latihan fisik yang nyata dan matiraga melalui puasa dan pantang. Tetapi puasa dan pantang ini bukanlah tujuan kita untuk menyambut hari Paskah, melainkan sarana yang kita pakai untuk meraih kesucian hati. Maka tentunya harus dibutuhkan kemauan, niat dan tekad yang kuat untuk sungguh - sungguh melaksanakannya secara bertanggung jawab.  Sebab tidak akan ada polisi yang mengawasi dan tidak akan ada hukuman yang diberlakukan jika kita sampai melanggar tidak berpuasa dan berpantang, karena semua itu diserahkan pada tanggung jawab kita masing - masing yang punya niat & kemauan  untuk  menjadikan diri kita semakin sempurna & semakin suci.

Tidak ada orang yang dapat ikut ambil bagian dalam kebangkitan Kristus jika tanpa persiapan yang matang. Maka marilah kita berbalik dari hidup lama kita. Berbaliklah kepada Allah dengan segenap hati, tinggalkan kesenangan duniawi dan kebiasaan buruk kita sekarang juga. Jangan tunggu hari esok atau lusa, tetapi sekarang juga !  Untuk itu, datanglah  pada Pendalaman Iman APP ini dalam mewujudkan Hidup sejahtera yang menjadi Panggilan Hidup dan Tanggung Jawab setiap umat beriman Katolik dalam kebersamaan seluruh alam ciptaan yang bertujuan untuk menata dan mengembangkan karya ciptaan Tuhan demi kesejahteraan hidup bersama ,yang bukan hanya semata - mata untuk terpenuhinya kebutuhan hidup manusia saja. Melainkan berpartisipasi dalam menata kembali cara hidup kita dan lingkungan alam yang merupakan panggilan Tuhan untuk menghadirkan karya keselamatan Allah, yaitu rencana cinta kasih.

          Akhirnya, selamat berpuasa dan berpantang!        Syalom.........  (* _ *)


Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut
Edisi 09 Tahun XXXIV Minggu, 26 FEBRUARI 2012
Lonceng Katedral - Pengumuman
Sunday, 26 February 2012
 

"Berbagi Kasih dalam Kesederhanaan"

Oleh : Ayu A.

“ Sepanjang jalan kenangan kita slalu bergandeng tangan, sepanjang jalan kenangan kau peluk diriku mesra, hujan yang rintik-rintik diawal bulan itu menambah nikmatnya malam syahdu…” sepenggal lirik nyanyian lagu Sepanjang jalan kenangan tersebut menjadi lagu pembuka dalam acara OMK3R di Panti Wredha Catur Nugraha. Lagu itu dinyanyikan untuk membawa pada suasana acara yang lebih hangat didalam kasih dan kekeluargaan. Lagu Sepanjang Jalan Kenangan yang dibawakan oleh anak-anak OMK3R itu dapat membuat oma-opa yang ada disitu tersenyum dan ikut dalam alunan lagu dan suasana yang hangat juga penuh kasih tersebut. Tidak sedikit yang terlihat ikut menyanyikan lagu tersebut. Sekitar 100 orang terhanyut dalam suasana tersebut, acara yang diadakan oleh OMK3R tersebut bertemakan “Berbagi Kasih dalam Kesederhanaan”. Tentunya tema tersebut mengandung arti, yang maksudnya adalah orang muda itu, tidak hanya memikirkan kesenangan pribadinya saja, tetapi juga bisa berbagi kesenangan dan kasih sayang dengan oma-opa yang ada di panti wredha tersebut walaupun hanya dengan kesederhanaan dan keterbatasan yang dimiliki OMK3R.


Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut
Edisi 07 Tahun XXXIV Minggu, 12 FEBRUARI 2012
Lonceng Katedral - Pengumuman
Sunday, 12 February 2012
 

"Musik Pop

dalam upacara Liturgi  "

                                                                                                      by. Hardy Sastra Atmaja

 

                        Banyak orang mengatakan bahwa dunia ini telah dirasuki budaya Pop, Budaya itu telah merambah segala aspek kehidupan. Termasuk dalam kehidupan Gereja dan hal itu sangat terasa pengaruhnya pada musik liturgi. Di Beberapa wilayah, terutama di paroki - paroki perkotaan, lebih khusus lagi, misalnya dalam misa - misa kelompok kategorial, nuansa pop dari lagu - lagu yang dipilih tak dapat dihindari lagi. Bahkan pada misa umat hari Minggu, khususnya pada misa kaum muda, di sejumlah tempat, Romo Paroki sudah tidak dapat lagi membendung kuatnya arus budaya pop yang mempengaruhi musik liturgi. Maka, kebijakan setengah hati lalu diberlakukan, misalnya : " Yah bolehlah, asal hanya terbatas pada lagu persembahan dan lagu penutup saja ". Masuknya lagu pop rohani dalam liturgi memang menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang cenderung konservatif atau  klasik atau tradisional pasti akan langsung bereaksi negatif. Sedangkan, bagi kelompok yang terbiasa dalam budaya modern, yang serba glamour, praktis, cepat dan menyenangkan yang sangat dekat dengan budaya pop, masuknya musik pop dalam liturgi merupakan kemajuan! bukan kemunduran. Terlebih, untuk mereka yang terbiasa dengan kegiatan ekumenis dan gerakan pentakostal, gejala masuknya musik pop dalam gereja sama sekali bukan masalah.

 Mereka justru memperoleh dukungan. Maka gejala itu harus segera ditanggapi.


Komentar anda Cetak Kirim ke e-mail teman Lebih Lanjut

Informasi Kegiatan Paroki

Jadwal PPHB

Kursus Persiapan Perkawinan dan Pendampingan Persiapan Hidup Berkeluarga (KPP-PPHB) akan diadakan pada tanggal 25 - 27 November 2011. Silahkan mendaftar di Sekretariat Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto.

Info :

(0281) 637052, (0281) 5759391,

081328848763, 088806665659

Download Formulir di sini.

 

Bene Cantat Bis Orat

Buku Inspiratif

Image
 

Kuisioner

Apakah saya aktif dalam kegiatan menggereja .....
 

Kotak Pesan Anda

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini10
mod_vvisit_counterKemarin48
mod_vvisit_counterMinggu ini512
mod_vvisit_counterBulan ini1743
mod_vvisit_counterAll97559

Syndicate

© 2012 www.katedral-purwokerto.net
KKR!Katedral Kristus Raja