|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Sunday, 05 February 2012 |
|
|
Ada Keseriusan dan Keceriaan di Salib Putih by RD. Yohanes Deddy Setiawan Pada hari Sabtu - Minggu, 28 - 29 Januari 2012 kemarin, rombongan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Katedral Purwokerto dengan menggunakan 1 bus besar dan 3 mobil pribadi berangkat menuju ke Pondok Remaja Salib Putih Salatiga untuk mengadakan evaluasi program DPP tahun 2011 dan pembuatan program DPP tahun 2012. Selain ditemani oleh 4 orang pastor paroki (Rm. Boni, Rm. Raymond, Rm. Deddy dan Rm. Budi Prayitno), proses ini juga didampingi dan dibimbing oleh Rm. Yohanes Suratman dari Keuskupan. Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, anggota DPP akhirnya sampai di Salib Putih, Salatiga. Acara dimulai dengan berdoa mohon kehadiran Roh Kudus dan bernyanyi bersama. Setelah itu, Romo Deddy menyampaikan evaluasi kerja DPP tahun 2011. Selanjutnya, giliran Romo Ratman menyegarkan kembali spiritualitas dan komitmen pelayanan anggota DPP. Dalam catatan yang dibuat Romo Ratman, ditegaskan bahwa Dewan Pastoral Paroki (DPP) adalahsebuahbadan/organ ataupersekutuanumatberiman yang bersifatGerejawidi dalam sebuah paroki. DPP menjadi sebuah badan yang mewujudkan tanggungjawab dan keterlibatan umat beriman pada hidup dan perutusan paroki, yang diketuaioleh Pastor Paroki dan beranggotakan wakil - wakil umat yang mewujudkan gambaran nyata keadaan umat di paroki itu (bdk. Kan 536 § 1, 2). Umat yang mau menjadi anggota DPP adalah umat yang mau bekerja untuk memikirkan dan memajukan kepentingan paroki dan bukan kepentingan dirinya sendiri. Kanon 536 dari KHK 1983 menegaskanbahwa DPP bertugas membantu pastor paroki dalam mengembangkan aktivitas pastoralnya. |
|
|
|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Sunday, 05 February 2012 |
|
|
"PEMBEKALAN CALON KRISMA" Pada hari Rabu tanggal 18 Januari 2012 Pukul 17.00 s.d 19.00 WIB sekitar 77 orang, termasuk 12 orang dari stasi wangon mengikuti acara pembekalan awal calon krisma 2012. Walau Hujan deras dan dinginnya cuaca kota Purwokerto pada sore itu tidak menyurutkan langkah kaki para peserta untuk mengikuti acara pembekalan tersebut. Diselingi dengan mati lampu beberapakali di ruang Paskalis Hall pengantar dari Romo Dedy Setiawan,Pr sempat tersendat tetapi karunia Roh Kudus tetap hadir di antara seluruh peserta dan para pendamping untuk tetap setia dan pada akhirnya acara dimulai dengan lancar . 1. Acara pertama-tama dibuka dengan nyanyian MOHON KURNIA ROH KUDUS 2. Pertanyaan RM DEDY mampu menghangatkan suasana :”APA SICH KRISMA, MENGAPA ANDA SEMUA INGIN MENERIMA S.KRISMA?” 3. Beberapa dari peserta menjawab : untuk MEMENUHI Sakramen INISIASI,ada juga yang menjawab: INGIN IMANNYA LEBIH KUAT (disamping juga karena MALU DGN ANAKNYA YG SDH KRISMA). 4. Romo Dedy mempertajam pertanyaan :”APAKAH MEMPERKUAT IMAN TiDaK BISA DGN CARA LAIN ? APAKAH HARUS Dengan Sakramen KRISMA? 5. MENERIMA Sakramen KRISMA PERTAMA-TAMA BUKAN merupakan TINDAKAN MANUSIAWI DenGan DIOLESI MINYAK dan ditampar Uskup, TETAPI KaReNa KUASA Roh Kudus TURUN ATaS SAYA & MENGUATKAN IMAN SaY a (IMAN ADaLah SESUATU YG BERASAL DaRi ALLAH, BUKAN SESUATU YanG MANUSIAWI). 6. Pada kesempatan pembekalan kali ini Romo Dedy akan menyoroti 2 hal : PEMAHAMAN UMUM TenTanG Sakramen KRISMA dan AKU DIPANGGIL UnTuK MenJaDi SAKSI. Sebelum Romo masuk ke materi tersebut, kembali para peserta diajak untuk berpikir terkait dengan 4 kata berikut : Sakramen KRISMA , GEREJA, Yesus Kristus,dan ALLAH.masing-masing deret bangku diwakili oleh satu peserta (peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan teman-teman sekelompoknya). Muncullah jawaban berikut ini dari 4 kelompok peserta : |
|
|
|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Sunday, 05 February 2012 |
|
|
" SARASEHAN dalam WISATA ROHANI" 8 JANUARY 2012 di Panti Paroki Gereja Somohitan,Pakem,Sleman Bagai musafir yang mencari sumber air, umat lingkungan X haus akan Sabda Tuhan, dan berharap wisata rohani akan dapat mengobati dahaga kami. Romo Agus mengawali sarasehan dengan pertanyaan: Apakah kita sudah menemukan Kerajaan Allah?? Lalu dijelaskan mengenai Kerajaaan Allah dari bacaan Injil tentang Biji yang ditabur oleh Sang Penabur,ada yang jatuh ditepi jalan, ada yang di semak belukar, dan ada yang di tanah subur. Inti perumpamaan tersebut bagi kita adalah “ajakan untuk mempersiapkan hati, pikiran, jiwa, dan raga kita untuk menjadi tanah subur bagi benih yang ditabur Allah sehingga Kerajaan Allah berada dalam diri kita masing-masing dan berkarya dalam kehidupan nyata kita”. Wow……kami tersadar dan malu, menemukan kerajaan Allah saja baru setengah-setengah apalagi untuk menghadirkan Kerajaan Allah dalam diri kami masing-masing ???, apalagi kami bisa menjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah di tengah-tengah kehidupan nyata??? Menghadirkan Kerajaan Allah berarti menjadi “berkat bagi orang lain” ,tidak perlu sesuatu yang muluk-muluk, tetapi dari hal-hal yang sederhana, biasa-biasa saja , yang terpenting berguna bagi orang disekitar kita, sebagai suami-istri, orang tua-anak, tetangga, rekan kerja,dan warga masyarakat sekitar, yaitu menjalani tugas dan kewajiban kita dengan baik, j u j u r, tulus dan suka cita. (jaman sekarang sulit mencari orang yang j u j u r………katanya……sich…….) Menjadi “berkat bagi orang lain” berarti kita pribadi mau membuka tangan , menomor satukan orang lain, peduli terhadap kebutuhan orang lain dan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, sehingga orang lain merasa diperhatikan, dihargai “ di wong ke”. Bermula diri sendiri membantu orang-orang terdekat yang membutuhkan. Dan akan lebih bagus lagi apabila kita bisa menggerakkan kelompok untuk peduli, maka akan menjadi gerakan yang sangat bermanfaat secara luas, tidak hanya dari segi materi saja manfaatnya , tetapi akan sekaligus “jembarake Kraton Dalem Gusti” alias mewartakan Kerajaan Allah. Dan semua itu harus dilandasi dengan “kerendahan hati” |
|
|
|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Sunday, 05 February 2012 |
|
|
"Makna Iman dari Uang" By Ignas. Saudara - saudari pembaca Lonceng yang terkasih dalam Yesus Kristus, pada sebuah Rekoleksi keluarga pernah dikatakan bahwa di dalam perkawinan dan hidup berkeluarga, segala sesuatunya harus dimaknai dalam terang iman ! Lalu bagaimana menemukan makna iman dari uang ? terlebih dalam kehidupan perkawinan. Barangkali pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan banyak pasangan suami - istri. Bagi pasangan suami istri Katolik, telah dikatakan dalam PPHB bahwa sebenarnya uang bukanlah sekedar pendapatan yang diperoleh dengan susah payah untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari - hari saja, tetapi uang juga merupakan suatu rahmat dan berkat. Banyak orang yang bangun pagi dan pulang larut malam hanya untuk mengumpulkan atau mencari uang, sehingga mengabaikan kualitas kehidupan berkeluarganya. Kita malah jarang ada waktu untuk bercanda dengan keluarga. Seringkali kita menjumpai orang yang semakin banyak uang justru semakin sering bertengkar karena uang. Pasangan yang mengalami konflik dalam kehidupan rumah tangga tidak selalu karena kekurangan uang. Mereka yang berkelimpahan uangpun bisa mengalami konflik! Banyak pasangan yang terus merasa kekurangan uang walaupun sudah berkecukupan dalam kehidupannya, kalau dikatakan kurang ya selamanya akan kekurangan terus! kalau kita katakan cukup, maka Tuhan akan selalu mencukupi segala kebutuhan kita, percayalah dengan iman ! |
|
|
|
Lonceng Katedral -
Pengumuman
|
|
Sunday, 05 February 2012 |
|
|
"Tuhan Hadir & Berbicara melalui Fenomena Alam" By Triastuti Hari ini, tanggal 08 Januari 2012, Gereja merayakan Epifani atau Hari Raya penampakan Tuhan, yaitu ketika 3 orang Majus dari Timur datang dari jauh membawa persembahan kemenyan, mas dan mur untuk Bayi Yesus, Sang raja semesta alam yang hadir di dunia dalam wujud bayi lembut dan sederhana di sebuah kandang hewan. Dalam perayaan ini, profesi astronom menjadi perhatian Gereja dan dikenang sebagai tiga ahli bintang ( orang Majus dari Timur ) yang mengamati fenomena bintang terang di langit dan menghubungkannya dengan kelahiran Sang Juruselamat yang akan membawa dunia keluar dari kegelapan dosa dan maut. Dari segi astronomi, kemungkinan fenomena langit yang dilihat sebagai bintang terang oleh ketiga Majus ini, mungkin dengan alternatif penjelasan ilmiahnya adalah sebagai sebuah ledakan bintang (Supernova) atau sebuah komet yang sedang melintas, atau beberapa planet di tata surya yang berada dalam lintasan yang sejajar, sehingga tampak sebagai bintang yang sangat-sangat luar biasa terangnya yang terlihat dari bumi. Tetapi apapun kemungkinan penjelasannya secara ilmiah dan secara logika, yang kita tangkap intinya adalah bahwa Tuhan mau berbicara melalui fenomena alam semesta dengan segenap isinya dan keunikannya ini adalah juga merupakan surat cinta dari Tuhan kepada manusia, yang diartikan oleh kita adalah membaca apa yang menjadi uneg - uneg, keinginan, harapan dan rencana - rencana Tuhan tentang alam ciptanNya. |
|
|
|